Profil Dannif Danusaputro, CEO Pertamina Power Indonesia (PPI) Pengantar IPO

Tempias.com – Dannif Danusaputro dikabarkan ditetapkan menjadi Direktur Utama Pertamina Power Indonesia (PPI). 

Kehadiran Dannif ke Pertamina diyakini upaya pemegang saham mengantarkan perusahaan energi ini untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. 

Dilihat dalam profilnya di Linkedin, Dannif saat ini merupakan CEO PT Mandiri Sekuritas (Mansek). Jabatan ini ia emban sejak September 2019. 

Sebelum berkarir di Mansek, Dannif bergabung sebagai GM and Country Manager – Bank Mandiri Singapore (Juni 2015-Sep 2018), ia kemudian ditarik pulang ke Tanah Air sebagai SVP Head of oil and gas, metals and Mining. Jabatan ini praktis disandang 1 tahun sebelum dipindahkan ke Mansek. 

 

BACA JUGA : Profil Muh. Erry Sugiharto, Direktur SDM Pertamina Pilihan Erick Thohir

 

Alumni Akuntansi Universitas Indonesia 1992 itu sebelum berkarir dalam Grup Bank Mandiri, terlebih dahulu menjalankan karir di dunia internasional. Selepas menamatkan MBA di New York University pada 1997, ia bergabung dalam GE Commercial Finance dengan posisi terakhir Vice President. Di GE, Dannif menjalankan peran untuk membentuk struktur keuangan hingga lead akuisisi dalam grup. 

Berkarir hampir 9 tahun di GE, Dannif bergabung ke anak usaha bank dunia, IFC. Dalam jabatan baru sebagai investment officer. Berkarya sepanjang Maret 2006 hingga Mei 2007, ia kemudian meloncat menjadi direktur di Standard Chartered Bank hampir 2 tahun. 

Lepas dari Stanchart, ia pindah ke Bank dari Jepang, MUFG sebagai SVP Commodity Structured Finance. Setelah 2,4 tahun di Bank Jepang ini, Dannif kembali ke Stanchart menjadi direktur. Untuk kemudian masuk ke firma investasi CapAsia dan kemudian bergabung ke Bank Mandiri pada 2015.

Sementara itu, Pertamina Power yang disiapkan IPO bergerak dalam bidang energi berbasis gas dan energi baru terbarukan. Pertamina Power Indonesia merupakan anak BUMN Pertamina yang disiapkan sebagai strategic holding company untuk proyek energi hijau di dalam dan luar negeri. 

Untuk menjalankan bisnisnya, PPI memiliki dua anak usaha yakni PT Jawa Satu Power (JSP) yang berpartisipasi di dalam proyek IPP Jawa-1 serta PT Jawa Satu Regas (“JSR”) yang mengelola FSRU Proyek Jawa-1.

 

Baca Juga : Profil Iman Rachman, Direktur Baru Pertamina

 

 

Sederhananya proyek IPP Jawa-1 merupakan proyek yang mengintegrasikan fasilitas gas dengan proyek pembangkit listrik yang terdiri dari PLTGU 1.760 MW, FSRU, pipa gas antara PLTGU dengan FSRU, dan jalur transmisi yang menyambungkan PLTGU dengan titik interkoneksi.

Proyek IPP Jawa-1 berlokasi di desa Cilamaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat di lahan milik PT Pertamina Gas (Pertagas) seluas 39 Ha.

Struktur kepemilikan PPI dalam proyek Jawa-1 yakni pada JSP saham dimiliki PPI 40%, Marubeni 40%, dan Sojitz 20% . Sedangkan saham JSR PPI 26%, Marubeni 20%, Sojitz 10%, Humpuss 25%, dan MOL 19%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *