Update Daftar Saham Otomotif 2021, Ada Emiten Blue Chip

Tempias.com – Saham-saham emiten otomotif dan komponen akan diuntungkan dengan kebijakan pemerintah memberlakukan pajak otomotif 0 persen.

Saham otomotif dan komponen di Bursa Efek Indonesia per 10 Februari terdapat 10 emiten. Bidang usaha emiten ini mulai dari produsen ban, distributor kendaraan hingga pemasok komponen. 

Berikut daftar saham otomotif 2021 dan bidang usahanya : 

  • Saham ASII atau Astra International Tbk.

Bidang usaha Astra International terdiri dari enam sektor bisnis yakni mulai dari keuangan, tambang, alat berat, otomotif hingga perkebunan. Namun usaha terbesar mereka yakni otomotif yang terdiri dari BMW, Toyota, Isuzu, Daihatsu hingga sepeda motor Honda.

Astra adalah perusahaan yang paling diuntungkan dengan pengenaan pajak mobil 0 persen. Kendaraan dari Astra Group paling digandrungi pasar untuk kelas di bawah 1.500cc

Saham Astra yang juga anggota indeks IDX30 (blue chip), sepanjang perdagangan tahun 2021 (year to date) tercatat melemah dari Rp 6.225 pada awal Januari menjadi Rp 5.850 dalam penutupan perdagangan sebelum libur Imlek 2021. Dengan level harga ini, Saham ASII memiliki PER 12,65 

PER atau Price Earning Ratio adalah harga saham di pasar dibandingkan dengan pendapatan per lembar perusahaan. PER negatif menunjukkan pendapatan per lembar mengalami kerugian. 

  • Saham IMAS atau PT Indomobil Sukses Internasional Tbk

Indomobil adalah konglomerasi Grup Salim dalam bisnis otomotif. Emiten ini dan anak usahanya merupakan agen tunggal pemegang merek yaitu Audi, Hino, Kia Motors, Nissan, Renault, Suzuki, Volkswagen dan Volvo. Perusahaan juga menjalankan bisnis pembiayaan otomotif

Saham IMAS sepanjang 2021 sendiri mengalami penurunan dari Rp 1.500 per 4 Januari 2021 menjadi Rp 1.115 pada penutupan perdagangan Kamis, 11 Februari 2021. Dengan harga ini PER IMAS adalah -7,15

  • Saham AUTO atau Astra Otoparts

AUTO adalah anak usaha ASII. Emiten ini memiliki bisnis pembuatan komponen yang kemudian dipasok ke pabrikan otomotif di bawah Astra International. 

Pada perdagangan 2021, saham AUTO memulai tahun dengan ditutup pada level Rp 1.120 per lembar saham, namun per 11 Februari 2021, saham AUTO susut ke level Rp 1.040 per lembar saham. Dengan level ini maka PER AUTO adalah -15,48

  • Saham GJTL atau Gajah Tunggal

Emiten Gajah Tunggal sedang mendapat perhatian investor setelah Lo Kheng Hong, investor individu yang dikenal dengan Warren Buffett Indonesia menempatkan investasinya di perusahaan pembuat ban ini. 

Saham GJTL sendiri secara ytd menguat dari Rp 690 per lembar menjadi Rp 840. Dengan level ini PER GJTL menjadi -20,99

 

BACA JUGA : Update Daftar Saham Blue Chip 2021 dan Bidang Usahanya

 

  • Saham MASA atau PT Multistrada Arah Sarana

Bidang usaha Multistrada adalah produsen ban di Indonesia. Mereka menjual ban dengan merek Achilles dan Corsa. Emiten ini mulanya dimiliki oleh taipan Pieter Tanuri, namun saat ini sudah sepenuhnya dimiliki oleh Michelin dengan harga tebus Rp6,78 triliun dari Pieter pada 2019 lalu. 

Saham MASA secara YTD telah naik dari level Rp 1.000 per lembar menjadi Rp 1.330, Pada level ini PER MASA adalah 46,92

  • Saham GDYR atau PT Goodyear Indonesia Tbk

Bidang usaha GDYR adalah pabrik ban dengan merk Goodyear. Perusahaan ini sahamnya dipegang sepenuhnya oleh The Goodyear Tire & Rubber asal Amerika Serikat (85 persen). 

Saham GDYR sendiri di Bursa Efek Indonesia dalam 5 tahun terakhir dalam tren pelemahan. Pada Februari 2016, setiap lembar saham GDYR dihargai Rp 2.725 per lembar, namun saat ini harga saham GDYR berada pada level Rp 1.430. Dengan level ini, PER GDYR adalah -6,84

  • Saham BOLT atau Garuda Metalindo

Bidang usaha BOLT atau Garuda Metalindo adalah komponen, khususnya komponen untuk perusahaan otomotif. 

BOLT yang IPO sejak 2015 ini tercatat mengalami pelemahan saham dari level Rp 735 menjadi Rp 700 sepanjang tahun berjalan. PER BOLT adalah -68,71. 

  • Saham BRAM atau Indo Kordsa

Bidang usaha BRAM adalah produsen ban. Emiten ini didirikan sejak 1975 dan IPO pada 5 September 1990. PER BRAM -176 dengan harga saham Rp 4850 per lembar pada 11 Februari 2021. 

  • Saham SMSM atau Selamat Sempurna 

Bidang usaha PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) adalah komponen untuk pabrikan otomotif. Emiten ini memproduksi lebih dari 8.000 jenis komponen otomotif. Merek bebas produk ini seperi ADR dan Sakura. Sepanjang 2021 harga saham SMSM tercatat melemah dari Rp 1.350 menjadi Rp 1.305. Dalam posisi ini PER SMSM 15,98. 

 

BACA JUGA :Kode Transfer Bank BSI (Bank Syariah Indonesia), Kode SWIFT & Call Center

 

  • Saham BOLT atau Garuda Metalindo

Bidang usaha PT Garuda Metalindo Tbk adalah komponen otomotif. Saham BOLT berada pada level Rp 700 sehingga dengan PER Garuda Metalindo -68,71

  • Saham INDS atau Indospring 

Bidang usaha PT Indospring Tbk adalah perusahaan komponen otomotif dengan produk utama pegas. Saham BOLT berada pada level Rp 1.870 dalam penutupan perdagangan Kamis, 11 Februari 2021. Pada level ini PER INDS 26,11

  • Saham LPIN atau Multi Prima Sejahtera 

Bidang usaha PT Multi Prima Sejahtera Tbk adalah pembuatan busi dan suku cadang otomotif.  Anggota Grup Lippo melalui Multipolar (MLPL) ini juga melakukan distribusi suku cadang dan peralatan rumah tangga. Harga saham LPIN sendiri jelang Imlek 2021 berada pada level Rp 254 dengan PER 8,85

Menkeu Perkirakan Pajak Mobil 0 Persen Berlaku Maret 2021

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pajak mobil 0 persen berlaku mulai Maret 2021. 

Pajak mobil 0 persen ini berlaku untuk segmen  ≤ 1.500 cc kategori sedan dan mobil 4×2. Mobil 4×2 adalah mobil dengan pendorong hanya pada dua roda. Segmen ini mencakup 70 persen mobil yang ada di Indonesia. 

 

BACA JUGA  : Ini Profil Lengkap Jajaran Direksi dan Komisaris Baru Astra Group (ASII)

 

Pajak mobil ini sendiri tidak selamanya 0 persen. Kementerian Keuangan memberlakukan skema bertahap sampai dengan Desember 2021. 

Perinciannya pajak mobil 0 persen atau bahasa lain diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama yang diperkirakan dimulai Maret, April dan Mei. 

Selanjutnya diskon pajak mobil menjadi 50 persen dari tarif normal pada Juni, Juli dan Agustus 2021. Berikutnya menjadi 25 pada September sampai Desember 2021. 

“Besaran diskon pajak akan dievaluasi efektivitasnya setiap 3 bulan. Kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021,” tulis Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam laman Kemenkeu.go.id yang dipublikasikan pada 12 Februari 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *