Cuan Banyak, Ini Harga Tebus Gojek Atas Bank Jago (ARTO)

Tempias.com – Gojek resmi menjadi pemegang saham Bank Jago (ARTO) melalui anak usahanya PT Dompet Karya Anak Bangsa (Go-Pay).

Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia hari ini, Jumat (18/12/2020), Andre Soelistyo, Direktur Utama PT Dompet Karya Anak Bangsa (Go-Pay) menyebutkan pihaknya sebelumnya telah memiliki saham Bank Jago sebanyak 449,14 juta lembar. Jumlah ini setara 4,14 persen.

Setelah pembelian saham publik hari ini, maka kepemilikan Go-Pay naik menjadi 22,16 persen. Jumlah ini setara dengan 2,40 miliar lembar saham.

“Harga pembelian Rp 1.150 per lembar saham,” kata Andre dalam keterbukaannya ke bursa.

Harga saham ARTO sendiri dalam perdagangan terakhir pekan ini mencapai level Rp 3.900. Artinya dengan jumlah saham yang digenggam, maka nilai saham Gojek mencapai Rp 9,37 triliun. Sedangkan harga pembelian dengan mengasumsikan sama di level Rp 1.150, maka Go-Jek menebus saham ARTO senilai Rp 2,76 triliun. Artinya Go-Jek untung Rp 6,61 triliun. 

 

BACA JUGA : Northstar Umumkan Bank Jago Full Digital, Jadi Digabung dengan Go-Pay?

 

Saat ini, ARTO sendiri tengah mengumumkan penambahan saham baru melalui mekanisme rights issue. Aksi korporasi ini menargetkan penambahan modal sebesar Rp3 triliun. Dengan kondisi ini, maka Go-Pay dapat menjadi pemegang saham pengendali jika Patrick Walujo yang juga pemegang saham Gojek atau Jeey Ng tidak mengeksekusi haknya dalam aksi korporasi ini. 

Sementara itu dalam pernyataan media, Gojek menyebut penembusan saham ARTO merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang. Perusahaan besutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim itu bertekad mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia. 

Kemitraan ini disebutkan sebagai kolaborasi antara dua perusahaan teknologi karya anak bangsa. Pasalnya Gojek, pionir ‘super app’ di Asia Tenggara telah menciptakan dampak positif berskala besar di Indonesia, sedangkan Bank Jago merupakan bank berbasis teknologi dengan layanan perbankan digital bagi UMKM dan berbagai lapisan masyarakat Indonesia,

“Investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya. Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi. Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus akan membuka akses yang lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia, kata  Andre Soelistyo yang juga Co-CEO Gojek.

Dia menyebutkan kolaborasi ini akan menjadi awal dari cara baru dalam menawarkan layanan keuangan kepada para pengguna Gojek. 

“Melalui kolaborasi ini, kami juga dapat mengembangkan model agar bisa bermitra dengan berbagai institusi perbankan lainnya. Kami ingin terus meningkatkan kerjasama seperti ini, agar aplikasi Gojek dapat semakin menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial mereka,” katanya. 

Kharim Siregar, Direktur Utama Bank Jago, mengatakan pihaknya sangat menanti bekerjasama dengan Gojek yang memiliki jutaan konsumen dan mitra usaha di seluruh Indonesia. 

“Kami akan saling melengkapi karena Bank Jago memiliki pengalaman dan keahlian dalam memahami kebutuhan finansial masyarakat Indonesia.” 

Dia mengklaim kolaborasi strategis antara bank berbasis teknologi seperti Bank Jago dan super-app seperti Gojek merupakan yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. 

“Kolaborasi mendalam ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan bisa terus menjadikan Indonesia tuan rumah di negeri sendiri. Sebagai bank berbasis teknologi yang dirancang khusus dengan sistem API terbuka, kami juga akan bekerja sama dengan pemain-pemain ekosistem digital lain untuk memperluas akses keuangan sekaligus mewujudkan aspirasi kami yaitu, meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta insan melalui solusi finansial digital yang berfokus pada kehidupan,” katanya. 

Kolaborasi ini juga menambah deretan kerjasama yang telah dilakukan Gojek dan Go-Pay dengan berbagai lembaga keuangan untuk menyediakan layanan keuangan kepada ekosistem Gojek sejak 2017.

 

BACA JUGA : Drama Startup 2020: IPO di Depan Mata?

 

Tujuan utama dari kolaborasi strategis ini adalah menyediakan layanan perbankan digital melalui platform Gojek, sehingga jutaan pelanggan Gojek dapat membuka rekening Bank Jago dan mengelola keuangan lebih mudah lewat aplikasi Gojek. 

Kolaborasi ini juga membuka potensi kerjasama dengan berbagai institusi keuangan dan perbankan lain untuk mendukung mereka menjangkau lebih banyak konsumen. Pangsa perbankan digital di Indonesia sangat luas. 

Terlaksananya transaksi ini tidak mengubah pengendalian saham di Bank Jago. PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology (WTT) tetap sebagai pemegang saham pengendali dengan total kepemilikan saham 51%. Sedangkan Gojek melalui Go-Pay sebagai pemegang 22% saham Bank Jago.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *