Saratoga (SRTG), Perusahaan Sandiaga Uno dengan Anak Pendiri Astra Laba Rp1,2 Triliun di Q3/2020

Tempias.com, JAKARTA – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), perusahaan patungan Sandiaga Uno dengan Keluarga Soeryadjaya -pendiri Astra International- melaporkan memperoleh laba berjalan Q3/2020 sebesar Rp 1,2 triliun.

Capaian laba Saratoga Group per 30 September 2020 sebesar Rp 1,2 triliun itu turun 82,86 persen dibandingkan laba Q3/2019 sebesar Rp7,01 triliun.

Penurunan laba Saratoga hingga September 2020 ini disebabkan turunnya keuntungan bersih atas invesyasi saham dan efek ekuitas. Pos ini sebelumnya bernilai Rp5,85 triliun di 2019. Namun penyumbang kekayaan Sandiaga Uno dan rekannya dari pos ini susut menjadi Rp651,99 miliar.

Demikian juga dengan pos dividen, pendapatan bunga dan investasi. Tahun lalu, Sandiaga Cs masih menghasilkan pendapatan Rp1,66 triliun dari pos akutansi ini, namun di tengah pandemi Covid-19 yang menekan ekonomi, pos dividen ini susut menjadi Rp658,99 miliar.

Meski laba turun, Saratoga Group masih membukukan kenaikan aset menjadi Rp27,35 triliun dari sebelumnya Rp26,65 triliun. Lonjakan aset ini terutama kenaikan pada investasi saham dari Rp23,55 triliun menjadi Rp25,21 triliun. Namun investasi pada ekuitas lainnya turun dari Rp2,1 triliun menjadi Rp1,17 triliun.

Yang menarik adalah saat pandemi kali ini, Saratoga melipatkan uang kas dan setara kasnya dari Rp393,72 miliar menjadi Rp702,35 miliar.

Juan Akbar Indraseno, Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan Saratoga dalam informasi tertulisnya menyebutkan dalam laporan keuangan per September 2020 ini terjadi perubahan lebih dari 20 persen pada pos Aktiva dan total kewajiban SRtG.

“Total aset mengalami kenaikan 2,6 persen atau sebesar Rp 698,25 miliar yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan – bersih pada nilai investasi pada saham dan nilai investasi pada efek ekuitas lainnya sebesar Rp 692,56 miliar,” ulas Juan Akbar dalam surat bertanggal 27 Oktober 2020 yang ditujukan kepada Direktur Penilai Sektor Jasa BEI.

Menurutnya kenaikan bersih ini disebabkan pergerakan nilai wajar harga saham perusahaan publik per 30 September 2020 terutama untuk PT Tower Bersama Infrastruktur Tk. (TBIG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA).

Juan uga menyebutkan penurunan liabilitas sebesar 7,6 persen atau sebesar Rp294,06 miliar disebabkan sebagian besar disebabkan nilai liabilias pajak tangguhan yang terkait dengan perubahan nilai investasi pada saham.

Sementara itu, data Bursa Efek Indonesia sepanjang sepekan terakhir, harga saham SRTG relatif stagnan. Setiap lembar saham SRTG diperdagangkan dalam rentang Rp 3.270 hingga Rp 3.300. Sedangkan dibandingkan awal tahun (YtD), saham SRTG masih mengalami penurunan karena pada awal tahun setiap lembar harga saham Saratoga Group diperdagangkan pada  level Rp 3.690.

Berdasarkan data yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, per September 2020 pemegang saham Saratoga (SRTG) adalah Edwin Soeryadjaya (33.10 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (21,51 persen) dan Unitras Pertama (32,72 persen). Sedangkan selebihnya sebanyak 12,66 persen tersebar ke beragam pihak termasuk publik. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *