Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG  Resistance di 5.450

TEMPIAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin, 31 Agustus 2020 diperkirakan bergerak pada rentang 5.218 hingga 5.450.

IHSG bergerak dalam upaya konsolidasi setelah dalam beberapa pekan terakhir berada di zona hijau. Indeks diperkirakan cenderung melemah setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak dengan support di level 5,324 sampai 5,218 dan resistance di level 5,400 sampai 5,450,” kata Hans Kwee, Direktur PT Anugerah Mega Investama melalui pesan tertulis.

 

 

 

Menurutnya sejumlah isu internasional akan menjadi pengayun utama pergerakan IHSG pada pekan depan. Sentimen yang menarik dicermati oleh investor pasar modal yakni perubahan pendekatan kebijakan keuangan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve – The Fed. Menurutnya penjelasan Jerome Powell tentang kebijakan suku bunga punya implikasi jangka panjang ke pasar keuangan.

“Bank sentral AS berusaha mendorong ekonomi dan ketika inflasi mencapai 2 persen maka the Fed mulai menaikan suku bunga. The Fed sekarang akan mengadopsi target inflasi rata-rata yang akan membuat bunga tetap rendah ketika inflasi naik di masa depan. Inflasi akan di rata-rata sehingga butuh waktu lebih lama sebelum The Fed menaikan suku bunga. Hal ini punya inplikasi positif bagi pasar keuangan di jangka panjang,” katanya.

Hans menyebutkan Selain bunga yang rendah, The Fed diperkirakan terus mengelontorkan stimulus untuk mendorong ekonomi untuk mencapai target inflasi 2 persen.

“Kita ketahui sejak krisis 2008 ekonomi sangat sulit naik di atas 2 persen  dalam jangka panjang. Sehingga ini mendorong perkiraaan panjangnya rezim suku bunga rendah. Pasar saham dan obligasi cenderung positif jangka panjang karena harapan bunga yang rendah dan stimulus yang terus diberikan dimasa yang akan datang bahkan ketika ekonomi sudah pulih dari pandemi Covid 19. Ketika vaksin ditemukan dan pandemi bisa diatasi pasar masih akan melihat stimulus dan bunga rendah akibat menunggu rata-rata inflasi naik. Dana murah ini akan masuk ke emerging market termasuk ke Indonesia,” katanya.

Cara investasi saham

 

Selain itu, perubahan pendekatan The Fed juga akan mempengaruhi nilai tukar dolar Amerika (USD) terhadap rupiah. Diperkirakan USD akan punya trend turun jangka panjang akibat likuditas dollar yang tinggi serta bunga yang rendah.

“Secara umum Rupiah harusnya mampu menguat di jangka panjang terhadap USD. Secara umum bunga yang rendah akan mendorong nilai tukar sebuah negara cenderung melemah,” katanya.

Konstelasi politik di Jepang juga akan menjadi sentimen bagi IHSG. Mundurnya PM Jepang Shinzo Abe akibat alasan kesehatan membuat mata uang Yen menguat secara signifikan terhadap USD.

“Penerus Abe mungkin akan merubah kebijakan ekonomi dan stimulus Abenomics yang selama ini dilakukan. Yen sebagai mata uang safe haven mengalami penguatan. Hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Tetapi hal ini dapat mendukung penguatan nilai tukar Rupiah karena terjadi pelemahan USD di pasar,” katanya.

 

BACA JUGA: Cara Investasi Saham

 

Perhatian lain yang harus dilihat investor adalah gelombang munculnya kasus baru pandemi Covid 19 di Eropa. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dapat menghambat pemulihan ekonomi yang sedang terjadi di kuartal kedua.

“Beberapa data zona Eropa juga menunjukan perlambatan pemulihan. Salah satu data yakni sentimen konsumen Jerman turun menjelang September. Ini  menimbulkan keraguan pengeluaran rumah tangga di masa depan di Jerman apakah cukup kuat untuk memacu pemulihan,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, Hans mengingatkan kebijakan penanganan Pandemi termasuk pembatasan sosial berskala besar di Jakarta akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Hal ini akan memperbesar kemungkinan Indonesia mengalami resesi.

“Upaya pemerintah pusat mendorong pertumbuhan ekonomi di semester kedua sangat di apresiasi pelaku pasar keuangan. Pemerintah pusat agresif melakukan belanja pemerintah dan mengucurkan bantuan pada masyarakat dan UMKM, dunia usaha atau korporasi. Pemerintah akan kembali mendorong proyek infrastruktur di semester kedua ini. Hal ini menimbukan harapan pertumbuhan ekonomi di Kuartal ke 4 akan kembali positif,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *