20.707 Siswa Minati Sekolah Vokasi Kemenperin

Tempias.com, Pendaftaran calon mahasiswa politeknik dan akademi komunitas di 

lingkungan Kementerian Perindustrian pada tahun ini menunjukkan animo 

yang cukup tinggi. Program yang dinamakan Jalur Penerimaan Vokasi 

Industri (Jarvis) ini telah berlangsung pada tanggal 16 April-10 Mei 

2020. 


"Kemenperin membuka kesempatan yang sama bagi seluruh lulusan sekolah 

tingkat menengah melalui Jarvis, karena sistem ini dapat menjangkau 

dan menjaring calon-calon mahasiswa dari seluruh Indonesia," ujar 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada peluncuran 

Jarvis secara virtual di Jakarta bulan April lalu. 


Jarvis merupakan program penerimaan mahasiswa baru di seluruh unit 

pendidikan milik Kemenperin, yang dilaksanakan dengan sistem online 

melalui portal www.jarvis.kemenperin.go.id. Program Jarvis ini 

diinisiasi oleh Kemenperin untuk memudahkan calon mahasiswa mendaftar, 

khususnya di tengah wabah Covid-19. 


"Kami mencatat, jumlah pendaftar Jarvis pada tahun 2020 mengalami 

peningkatan dibandingkan penerimaan mandiri yang dilakukan oleh tiap 

politeknik dan akademi komunitas di tahun 2019," kata Kepala Badan 

Pengembangan Sumber Daya Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. 

Cahyanto di Jakarta, Rabu (13/5). 


Eko menjelaskan, calon mahasiswa yang mendaftar lewat Jarvis sebanyak 

20.707 orang. Angka tersebut lebih tinggi dari penerimaan yang 

dilakukan masing-masing politeknik maupun akademi komunitas pada tahun 

2019, yaitu sebanyak 19.065 pendaftar. 


Dari total pendaftar tersebut, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) 

cukup mendominasi dengan jumlah 13.794 pendaftar. Selanjutnya diikuti 

oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 5.344 pendaftar, 

dan dari lulusan Madrasah Aliyah (MA) sekitar 1.569 pendaftar. 


"Langkah berikutnya, kami melakukan validasi terhadap total calon 

mahasiswa yang telah mendaftar tersebut," ujar Eko. Berdasarkan hasil 

validasi, sebanyak 14.085 pendaftar dinyatakan dapat mengikuti ujian 

secara online, sedangkan 6.745 pendaftar lainnya dinyatakan gugur. 


"Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, calon mahasiswa 

akan mengikuti try out dan ujian yang diselenggarakan secara online," 

imbuhnya. Pelaksanaan try out akan digelar pada tanggal 13 Mei 2020 

dan ujian pada tanggal 16 Mei 2020. 


"Try out ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan 

kesiapan calon mahasiswa dalam menghadapi ujian sesungguhnya. Untuk 

try out dan ujian yang diselenggarakan secara online, yang diujikan 

adalah soal-soal tes potensi akademis (TPA) dan tes Bahasa Inggris," 

papar Eko. 


Selanjutnya, hasil ujian online tersebut akan diumumkan pada tanggal 5 

Juni 2020. Setelah itu, peserta yang lulus ujian online akan 

menghadapi tahap wawancara yang jadwalnya akan ditentukan kemudian 

oleh masing-masing politeknik dan akademi komunitas. "Nantinya, kami 

hanya menerima sebanyak 3.041 calon mahasiswa yang berhasil lulus dari 

ujian online maupun wawancara," tegas Eko. 


Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, politeknik yang 

berlokasi di Jakarta menjadi tujuan utama para calon mahasiswa tahun 

ini. Politeknik Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) menjadi 

pilihan utama dari 3.075 calon mahasiswa yang memilih. Selain itu, 

sebanyak 2.998 calon mahasiswa memilih Politeknik Akademi Pimpinan 

Perusahaan (APP) Jakarta sebagai kampus tujuan utamanya. 


"Politeknik yang berlokasi di Jakarta ini cukup banyak dipilih oleh 

para calon mahasiswa yang mendaftar. Mereka menempatkan kedua 

politeknik ini pada pilihan pertama saat mendaftar di situs Jarvis," 

tambah Eko. 


Hingga saat ini, Kemenperin memiliki 10 politeknik dan dua akademi 

komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah 

menyelenggarakan program pendidikan vokasi dalam menghasilkan sumber 

daya manusia (SDM) industri yang kompeten.

Comments