Biro Riset Bank DBS Ingatkan Ekosistem Startup Digital Bagi Industri Tradisional

Tempias.com -- Membuat startup bukan lagi sebuah kesulitan di tengah era internet berkecepatan tinggi dan lompatan kecerdasan buatan (A...


Tempias.com -- Membuat startup bukan lagi sebuah kesulitan di tengah era internet berkecepatan tinggi dan lompatan kecerdasan buatan (AI). Internet memberikan ruang yang menjadikan setiap orang dapat membangun startup digital dengan ruang keberhasilan mendekati sama. 


Kemudahan akses dengan internet ini juga membuat banyak perusahaan konvensional yang sebelumnya relatif mapan bergerak menuju ke ekosistem kolaborasi digital agar bisa tetap bertahan. Khususnya, industri-industri manufaktur dan layanan jasa tradisional offline.

DBS Group Research dalam paparannya mengenai “Pivot or Perish. Ecosystem, the emerging business model”, yang dipublikasikan pada Januari 2019 mencatat dengan membentuk ekosistem, industri dasar yang bertransformasi menjadi perusahaan digital memiliki kemampuan untuk memenuhi apa yang paling diinginkan pelanggan. 

Sebab, seringkali yang terjadi ketika perusahaan berbentuk tradisional justru tidak bisa mengetahui sepenuhnya kebutuhan pelanggan mereka. Karena itu, kini perusahaan-perusahaan tradisional sudah mulai sadar untuk mengubah model bisnis agar tidak jatuh bangkrut.

“Saat membangun ekosistem, data dari pihak pertama dan pihak kedua merupakan kunci keberhasilan. Penelitian kami menunjukkan bahwa pemain besar tradisional di industri, seperti perbankan dan layanan jasa keuangan, telekomunikasi, dan asuransi, dengan kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data akan memiliki keuntungan yang berbeda,” jelas riset ini melalui keterangan tertulis perusahaan, Senin (30/9/2019). 

DBS Group Research mendefinisikan ekosistem merupakan suatu penyatuan entitas industri yang berbeda-beda ke dalam satu organisasi baru. Organisasi baru ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, yang tidak akan dapat dilakukan oleh perusahaan atau sektor industri itu secara sendirian. 

Riset itu menyebutkan perusahaan tradisonal yng mengadopsi infrastruktur cloud, membuat perusahaan menjadi lebih gesit. Manajemen dapat menyesuaikan infrastruktur teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. 


Adopsi teknologi digital juga akan memudahkan proses kolaborasi di dalam dan di luar perusahaan serta memudahkan operasional seluruh organisasi perusahaan secara real-time. Dengan memanfaatkan potensi Internet of Things (IoT), data dapat dikumpulkan dan diproses dalam cloud.


Lewat IoT, produk-produk fisik dapat terkoneksi dengan dunia online. Industri manufaktur dan layanan jasa tradisional kini memiliki akses data terhadap produk mereka. Begitu pula pelanggan juga bisa membeli produk-produk tersebut melalui akses yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Riset ini menilai berkat bisa mengakses begitu banyak dan beragam data perusahaan petahana memiliki kemampuan untuk menciptakan produk-produk yang memiliki nilai tambah serta membangun kemitraan lintas industri yang berbeda-beda. Dengan demikian, tercipta model ekosistem baru.


Contoh Tancent
DBS Group Research mencontohkan Tencent. Perusahaan asal China yang tadinya hanya bergerak di sektor layanan gaming and entertainment, saat ini menjadi perusahaan yang berhasil mengembangkan ekosistem pembayaran, layanan online to offline (O2O), belanja, dan masih banyak lagi lewat aplikasi WeChat-nya.


Digital McKinsey Insights dalam publikasinya pada 2018, Winning in Digital Ecosystems, menyebutkan bahwa digitalisasi menyebabkan terjadinya perombakan radikal yang melampaui batas-batas industri tradisional. 

Ekosistem digital akan menjadi model yang sangat berfokus ke pelanggan, di mana pengguna dapat menikmati pengalaman dari ujung ke ujung. Ekosistem akan terdiri dari beragam pemain yang menyediakan solusi multi-industri yang diakses secara digital.


Hubungan ekosistem ini pada gilirannya akan memungkinkan perusahaan memenuhi harapan pelanggan dengan lebih baik. Internet, kekuatan analisis data mutakhir, dan kematangan kecerdasan buatan (AI) membuat konsumen mendapatkan solusi terbaik, yang disampaikan hanya dalam hitungan milidetik. 

McKinsey meyakini bahwa pada 2025 akan ada pendapatan tahunan sekitar US$ 60 triliun yang terdistribusi ke seluruh dunia. Jumlah itu sepertiga dari total pendapatan perusahaan di dunia pada tahun itu. 

Dinamika ini terjadi di sektor teknologi tinggi, media, dan telekomunikasi, didukung oleh raksasa teknologi yang telah membangun platform yang menjalankan seluruh ekosistem.


Untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang cenderung terus meningkat, perusahaan memperluas jangkauan produk dan layanan mereka, tidak seperti sebelumnya. Mereka juga membuat aliansi dengan perusahaan lain, bahkan dengan pesaing mereka, untuk menciptakan jaringan penawaran dan layanan yang saling melengkapi.


Apa saja langkah-langkah yang diperlukan untuk memasuki ekosistem digital? Pertama, adopsi pola pikir ekosistem. Perusahaan harus memperbaiki visi dan sebagai pemimpin perusahaan cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, seperti “Bagaimana kita dapat mengamankan apa yang kita miliki dan mengedepankan keunggulan dibandingkan dengan pesaing kita?”


Kedua, ikuti data. Di dunia tanpa batas ini, data tak ubahnya seperti koin atau mata uang. Bersaing secara efektif berarti mengumpulkan data dalam jumlah besar dan mengembangkan kemampuan untuk menyimpan, memproses, dan menerjemahkan data ke dalam wawasan bisnis yang dapat ditindaklanjuti.


Ketiga, bangun ikatan emosional dengan pelanggan. Anda harus terus bertanya, "Apa rencana kami untuk menggunakan data, konten, dan peralatan digital untuk terhubung secara emosional dengan pelanggan?" Dan "Apa lagi yang bisa kami sediakan, dengan kesederhanaan dan kecepatan untuk memperkuat ikatan konsumen kami?"


Terakhir, ubah paradigma kemitraan Anda. Mengingat peluang untuk melakukan spesialisasi yang diciptakan oleh ekonomi ekosistem, perusahaan membutuhkan lebih banyak dan berbagai jenis mitra. Mulailah bertanya mitra seperti apa yang paling Anda butuhkan.


COMMENTS

Name

About,1,ads,1,APP Sinar Mas,1,Asuransi,12,Berita Nasional,17,Bursa Efek,8,Finance,82,Fintech,2,Gaya Hidup,13,Insurance,8,Investasi Ilegal,1,Lifestyle,9,McDonald’s,2,Mudik 2018,1,OJK,2,Peluang Usaha,8,Properti,1,Startup,63,Teknologi,12,
ltr
item
Tempias: Biro Riset Bank DBS Ingatkan Ekosistem Startup Digital Bagi Industri Tradisional
Biro Riset Bank DBS Ingatkan Ekosistem Startup Digital Bagi Industri Tradisional
https://1.bp.blogspot.com/-PQM5dfqFj8U/XZIZ0Mf7zMI/AAAAAAAAG8A/T5XzKxSzlTUmgYQcrpA1IBtexdAas9AQwCLcBGAsYHQ/s640/20190818_113037.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-PQM5dfqFj8U/XZIZ0Mf7zMI/AAAAAAAAG8A/T5XzKxSzlTUmgYQcrpA1IBtexdAas9AQwCLcBGAsYHQ/s72-c/20190818_113037.jpg
Tempias
https://www.tempias.com/2019/09/biro-riset-bank-dbs-ingatkan-ekosistem.html
https://www.tempias.com/
https://www.tempias.com/
https://www.tempias.com/2019/09/biro-riset-bank-dbs-ingatkan-ekosistem.html
true
5763156463227378808
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy