Startup di Indonesia: Tren Pendanaan dan Penyebab Kegagalan

Foto : ilustrasi


Tempias.com -- Startup diperkirakan menjadi penyumbang investasi terbesar di Indonesia dalam dua tahun mendatang.

Ignatius Untung, Ketua umum Asosiasi E- Commerce Indonesia (idEA) menuturkan saat ini perusahaan ecommerce Indonesia yang sudah memiliki konsumen besar merambah ke berbagai lini. Data pelanggan yang dikumpulkan dalam jumlah besar diolah menjadi berbagai rupa program penawaran dan menjadi penopang.

"Kosepnya bagaimana mereka dengan cair mengakuisisi sebanyak mungkin pelanggan," kata Untung di Jakarta, Senin (3/12/2018). 

Dia menyebutkan dengan kondisi ini, maka startup yang cendrung dibiayai oleh angel investor adalah yang sudah memiliki konsep bisnis yang matang dan perkiraan sumber pendapatan. 

"Dari segala sisi bisnis ecommerce tumbuh. Sekarang merupakan sumber investasi nomor 3 di bawah tambang, serta minyak dan gas. Dengan kondisi harga minyak dan mineral tambang tertekan maka e-commare akan naik," katanya.

Menurut Untung, berdasarkan riset yang dilakukan Google dan Temasek, industri startup Indonesia masih akan terus tumbuh dengan mengagumkan. Akan tetapi investasi asing yang masuk lebih didominasi seri pembiayaan lanjutan.

"Investasi terus tumbuh namun deal turun jauh. Sekarang seri seeding dan seri A mengecil. Yang besar b, c, d," katanya. 

PENYEBAB KEGAGALAN STARTUP

Meski semua sisi tumbuh, Ignatius menuturkan banyak investasi startup yang tumbang. Kegagalan perusaan rintisan ini umumnya didominasi dua hal besar. 

Penyebab kegagalan pertama adalah tidak matangnya perencanaan. Dia menyebutkan perusahaan rintisan menyasar pertumbuhan yang sangat tinggi setiap bulannya. Target pertumbuhan fantastis ini harus terealisasi dalam 12 bulan sampai 18 bulan. 

Kegagalan lainnya adalah efouria berlebihan dari investor. Dalam beberapa tahun terakhir investor perusahaan rintisan menganggap Indonesia dengan 260 juta penduduk adalah pasar yang empuk. Dengan kondisi ini para investor meyakini asalkan ada ide lalu mendapatkan pembiayaan maka akan mendapatkan keuntungan. 

PERHATIKAN IZIN
Optimisme akan tumbuhnya perusahaan rintisan juga diyakini oleh Sigit Aryo Tejo, Head of Microbusiness Modalku. 

Menurut Sigit, tantangan di tengah tumbuhnya bisnis rintisan adalah kepedulian konsumen. Sigit menuturkan untuk perusahaan bidang teknologi keuangan (fitech) misalnya, menjamurnya aplikasi tidak di bawah otoritas pengawas menjadi tantangan. 

"Untuk itu masyarakat harus memeriksa latar belakang perusahaan apakah sudah terdaftar atau belum," katanya.

Comments