Rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia Terkait JKN

Tingkat Kesehatan dan Pendidikan menjadi salah satu indikator daya saing yang diukur oleh Bank Dunia. Foto : Ilustrasi TEMPIAS.COM --...

Tingkat Kesehatan dan Pendidikan menjadi salah satu indikator daya saing yang diukur oleh Bank Dunia. Foto : Ilustrasi
TEMPIAS.COM -- Sejak diluncurkan pada 1 Januari 2014 lalu, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Baan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dirancang bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia agar dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera. Namun keberhasilan JKN perlu dukungan serta komitmen Pemerintah, dan Negara harus hadir dalam menjamin Kesehatan rakyatnya sesuai dengan amanah UUD 1945, UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) serta UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 sehingga tujuan mulia JKN dapat berlangsung secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna , sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi masyarakat luas.

Menjelang Universal Health Coverage (UHC) 2019, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyelenggarakan acara debat publik JKN di Gedung Stovia Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang tahun ini fokus kepada Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage). 

Acara debat publik ini merupakan salah satu bentuk komitmen PB IDI untuk mensukseskan JKN yang dikelola oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS-K), sebagai bentuk dukungan terhadap perbaikan sistem kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu berdasarkan standar pelayanan kedokteran dan berorientasi kepada keselamatan pasien. 

"Melalui debat publik ini, PB IDI membangkitkan kesadaran publik akan permasalahan JKN dan  mengoptimalkan dukungan publik dalam perbaikan JKN serta memberikan masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena keberhasilan JKN adalah tanggung jawab bersama dan semua pihak hendaknya turut mensukseskan Universal Health Coverage yang pro Rakyat," ujar Ketua Umum PB IDI, Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis SPOG melalui keterangan tertulis, Sabtu (28/4/2018). 

Namun realitanya, memasuki tahun ke-lima pelaksanaan sistem JKN ini telah menuai berbagai masalah yang semakin kompleks sehingga perlu perbaikan sistem JKN agar dapat tetap berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat Indonesia secara optimal.

Isu defisit dana JKN yang terjadi setiap tahun diyakini terjadi karena faktor hulu penetapan nilai fundamental premi yang tidak sesuai (miss match) dengan nilai keekonomian. Hal tersebut berdampak pada penentuan tarif kapitasi dan INA-CBG's sebagai sistem tarif paket berbasis risiko pada pelayanan kesehatan juga menjadi lebih rendah dari nilai keekonomian biaya pelayanan kesehatan yang seharusnya, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ke peserta.

Selain itu, masih ada permasalahan distribusi peserta di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer) tidak merata dan belum menerapkan sistem keadilan sehingga pemerataan kesehatan akan sulit tercapai dan upaya promotif dan preventif tidak dapat berjalan maksimal. Terlebih, pelaksanaan program JKN tidak didukung oleh ketersediaan jumlah obat dan alkes dalam jumlah yang cukup dan sering terjadi kekosongan obat.

Melalui debat publik ini, PB IDI menghimbau terkait perbaikan JKN dalam menghadapi UHC: 

  • Setiap dokter di Indonesia harus memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan pasien yang utama dalam menjalankan tugas dan  berkomitmen untuk melaksanakan  Good Clinical and Corporate Governance bersama-sama fasilitas kesehatan. 
  • Mengutamakan peran puskesmas sebagai garda terdepan usaha promotif dan preventif.  Saat ini Puskesmas tulang punggung dari promotif dan preventif terbebani dalam pelayanan kuratif 
  • Dukungan negara terhadap peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, sumber daya tenaga medis dan tenaga kesehatan  dan obat obatan baik di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta. 
  • Peninjauan kembali anggaran JKN agar dapat memenuhi manfaat JKN kepada peserta. Apabila pemerintah tidak sanggup memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar, maka perlu dipertimbangkan penyesuaian manfaat bagi peserta agar tidak terjadi penurunan kualitas pelayanan kesehatan yang dapat mengancam kelangsungan hidup generasi mendatang.
  • Perbaikan menyeluruh tarif INA-CBG's yang berbasis TD-ABC  Integrate Care Pathway dan sesuai dengan sesuai standart pelayanan kedokteran .
  • Perbaikan Sistem Perundang Undangan dan peraturan di bawahnya, pemerintah perlu meninjau ulang  peraturan peraturan yang menghambat pelaksanaan JKN. Yang utama adalah PERMENKES No 56 tahun 2016 pasal 14 ayat (1)  tentang pengelompokan tarif sesuai kelas RS (Rumah Sakit). Hal ini menghambat penyebaran dokter ke RS Tipe C dan D, padahal RS Tipe C dan D adalah yang terbanyak di Indonesia dan bertentangan dengan prinsip keadilan.
  • Perlu adanya transparasi Pengelolaan JKN untuk meningkatkan kepercayaan dan komitmen kelancaran pembayaran ke Fasilitas Kesehatan agar pelayanan kesehatan tidak terhambat. 
  • Biaya kesehatan paket INA-CBG's di fasilitas pemerintah di bedakan dengan fasilitas swasta, karena terdapat sedikitnya 30% biaya produksi yang sudah di tanggung negara di fasilitas pemerintah. Hal ini menyebabkan pembiayaan ganda, betentangan dengan prinsip keadilan serta berpotensi menyebabkan penyimpangan penggunaan JKN dan menambah defisit anggaran JKN.
  • Memperkuat program JKN dengan membayar fasilitas kesehatan dengan harga yang layak sesuai dengan hitungan aktuaria yang  tepat yang dihitung dari lembaga independen.

COMMENTS

Name

About,1,APP Sinar Mas,1,Asuransi,7,Berita Nasional,10,Bursa Efek,5,Finance,59,Gaya Hidup,10,Insurance,6,Investasi Ilegal,1,Lifestyle,6,McDonald’s,2,Mudik 2018,1,OJK,1,Properti,1,Startup,32,Teknologi,10,wealth management,1,
ltr
item
Tempias: Rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia Terkait JKN
Rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia Terkait JKN
https://3.bp.blogspot.com/-G1Hq5wI6tl8/WuUuRGuLdgI/AAAAAAAAD3I/2itBvhWTWgYbsRLeHRNhwWf6Ve1l2SG0QCK4BGAYYCw/s640/20180314_142625-728302.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-G1Hq5wI6tl8/WuUuRGuLdgI/AAAAAAAAD3I/2itBvhWTWgYbsRLeHRNhwWf6Ve1l2SG0QCK4BGAYYCw/s72-c/20180314_142625-728302.jpg
Tempias
https://www.tempias.com/2018/04/rekomendasi-ikatan-dokter-indonesia.html
https://www.tempias.com/
https://www.tempias.com/
https://www.tempias.com/2018/04/rekomendasi-ikatan-dokter-indonesia.html
true
5763156463227378808
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy